Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

Arti Istilah "Cum" dan "Ex" Dividen

“JPFA kok langsung turun 300 perak pagi ini?” tanya Riva, seorang dealer di sekuritas saham, bingung karena saham JPFA turun menjadi Rp 4675 dari harga Rp 4975 hari sebelumnya. “Hari ini JPFA Ex Dividen Rp 365 ,” jawab Aniza. Apa sebenarnya maksud Cum dan Ex dividen, atau Cum dan Ex, Cum dan Ex lainnya di pasar saham?   Cum dan Ex adalah istilah yang dipakai pelaku pasar untuk membedakan hari terakhir seorang investor masih mendapat hak atas sahamnya dan hari berikutnya di mana hak tersebut sudah tidak berlaku. Hak yang dimaksud tersebut bisa dividen, saham bonus, rights, dan lain-lain. Cum = hari terakhir bursa di mana pemegang saham masih memiliki hak atas kepemilikan saham. Ex = satu hari kerja bursa setelah Cum dan merupakan hari pertama di mana hak atas kepemilikan saham sudah kadaluwarsa. Mari kita lihat contoh saham JPFA yang membagikan dividen dengan jadwal berikut:   Dividen tunai: Rp 365. Cum dividen: 30 Juni 2011 Ex dividen: 01 Juli 2011 Tanggal pembayaran: 14 Ju...

Makna "Dow Jones" Bagi Pemain Saham Indonesia (Bagian II)

Pos “Makna ‘Dow Jones’ Bagi Pemain Saham Indonesia (BagianI)” menjelaskan apa itu Dow Jones Industrial Average. Nah, setelah anda tahu apa itu Dow Jones Industrial Average (DJIA), kini saatnya anda memahami makna dan hubungan DJIA bagi pemain saham Indonesia. Anda sudah tahu dari pos sebelumnya bahwa DJIA adalah indeks saham-saham di Amerika Serikat — yang merupakan pusat keuangan dunia, setidaknya sampai saat ini. Karena perekonomian Amerika Serikat begitu mendominasi perekonomian negara-negara lain, pergerakan harga saham-saham di sana juga mempengaruhi pergerakan saham di negara-negara lain. Kalau DJIA naik, saham di negara-negara lain biasanya ikut naik; kalau DJIA turun, saham di negara-negara lain biasanya ikut juga turun. Kata kunci kalimat di atas adalah “biasanya.” Artinya, hal itu yang biasa terjadi tapi tidak selalu harus begitu. Sering juga terjadi DJIA naik pada malam hari Waktu Indonesia Barat (WIB) tapi keesokan paginya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Ind...

Empat Komponen Harga Saham Yang Perlu Anda Ketahui

“BNII harganya berapa,” tanya Barli kepada pialangnya. “Bid 3800, Offer 3825, Pak,” jawab si pialang. “Bid BBNI 3800 sebanyak 200 lot,” perintah Barli. Begitu kira-kira percakapan pemain saham dengan pialangnya ketika ia melakukan Bid atau Offer suatu saham. Memang, sebelum memutuskan membeli atau menjual saham, anda harus tahu posisi Bid dan Offer saham tersebut. (Untuk lebih jelas tentang arti Bid dan Offer, silahkan baca pos “Istilah ‘Bid’ dan ‘Offer’ Ketika BermainSaham.” ) Tapi bid dan offer ini hanyalah satu dari empat komponen harga saham. Keempat komponen harga saham adalah: OPEN, HIGH, LOW, CLOSE. Mari kita telaah komponen-komponen tersebut. OPEN OPEN adalah harga transaksi pertama suatu saham pada hari bersangkutan. Yang dimaksud transaksi adalah jual-beli yang sudah terjadi, yang bahasa Inggrisnya adalah trade done atau order matched . Kalau pada tanggal 1 Juli 2011 saham INDS ditransaksikan pertama kali pada harga Rp 4950, harga 4950 inilah yang disebut harga OPEN.   ...