Langsung ke konten utama

Dow Jones Turun 513 Points Semalam. Tindakan Apa Yang Bisa Anda Lakukan? (Bagian I)

Jumat, 05 Agustus pukul 03:00 WIB (Kamis, 04 Agustus jam 16:00 waktu New York) , bursa saham Amerika ditutup turun drastis. Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 513 points (4.3%), S&P 500 turun 60.3 points (4.8%), Nasdaq Composite anjlok 136.7 points (5.1%).

Dini hari tersebut bursa-bursa Asia hancur lebur mengikuti jejak Amerika. Nikkei 225 Jepang, Strait Times Singapura, Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite Index langsung anjlok 3% pada pembukaan perdagangan.

Pada pukul 08:45 WIB, melihat kondisi bursa Amerika dan Asia yang hancur lebur anda yakin saham-saham Indonesia juga akan anjlok. Nah, kalau anda punya saham Indonesia, apa saja pilihan yang bisa anda lakukan pada saat Bursa Efek Indonesia (BEI) buka pada puku 09:30 pagi itu? 

Semuanya tergantung apakah anda investor jangka panjang atau trader jangka pendek dan juga tergantung pengalaman anda (pemula, menengah, mahir). Tapi secara umum ada tiga opsi/pilihan yang bisa anda lakukan:
  1. Tidak melakukan apa-apa
  2. Jual (cut-loss/stop-loss) saham yang anda miliki
  3. Beli lagi saham anda yang turun drastis
Mari kita telaah ketiga pilihan tersebut.


1. Tidak Melakukan Apa-apa

Ini yang umumnya dilakukan para pemain saham karena tidak melakukan apa-apa adalah pilihan termudah. Tapi yang termudah biasanya bukanlah yang terbaik. Lagipula, pilihan ini biasanya tidak dipilih tetapi lebih karena si pemain saham terkesiap melihat saham yang dimilikinya turun drastis dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Saya masih ingat kala pertama kali mengalami saham turun drastis pada saat pasar dibuka. Saya hanya menatap monitor dengan mulut ternganga, otak saya membeku, kalut memikirkan kerugian yang saya derita, tapi tak tahu apa yang harus saya lakukan.

Kalau anda adalah investor jangka panjang tindakan tidak melakukan apa-apa bisa jadi adalah pilihan yang tepat. Menjual ketika pasar sedang panik biasanya berarti anda menjual di harga rendah. Memang, sangat mungkin saham-saham  akan turun lebih rendah lagi. Tapi karena anda sudah memegang saham tersebut dalam jangka waktu lama ada baiknya anda menunggu beberapa hari sampai panik mereda sebelum memutuskan tindakan yang harus anda lakukan:jual atau tetap memegang saham tersebut.

Tapi kalau anda adalah trader/pedagang jangka pendek, tidak melakukan apa-apa adalah tindakan salah. Sebagai trader anda seharusnya sudah menentukan titik cut-loss saham anda pada saat anda membeli saham tersebut. Karena pasar turun drastis, kemungkinan saham anda sudah melampaui titik cut-loss  yang anda tentukan tersebut. Jadi seyogyanya anda harus mencoba untuk menjual (cut-loss) saham-saham tersebut. 


2. Jual (cut-loss/stop-loss) saham yang anda miliki

Misalkan anda punya saham BBRI dan titik cut-loss sudah ditentukan pada harga Rp 6850. Melihat DJIA, S&P500, Nasdaq dan indeks-indeks bursa Asia berguguran, anda memutuskan untuk menjual saham tersebut pada saat pasar dibuka.

Katakanlah anda memasukkan order jual BBRI pada harga Rp 6850 pada sesi pre-opening, padahal BBRI tutup pada harga Rp 7100 pada tanggal 04 Agustus 2011. Masalahnya pastikah saham tersebut laku terjual pada harga cut-loss anda?

Pada kondisi normal, kalaupun anda memasukkan order jual saham di pre-opening dengan harga jauh di bawah harga penutupan kemarin, kemungkinan besar saham tersebut akan laku di kisaran harga penutupan kemarin. Jadi kalau anda memasukkan order jual BBRI di 6850 padahal harga penutupan kemarin 7100, kemungkinan BBRI anda akan laku di harga 7000 atau 7050. Tapi karena semalam bursa Amerika hancur lebur dan disusul anjloknya bursa-bursa Asia, kondisi hari itu bukanlah kondisi normal.

Kenyataannya, BBRI dibuka di pre-opening pada harga Rp 6600, 500 rupiah di bawah harga close kemarin! Ini berarti BBRI langsung anjlok melewati titik cut-loss anda di Rp 6850. Apa yang harus anda lakukan? Tunggu dan berharap BBRI naik sampai ke harga  6850 atau langsung menurunkan harga jual BBRI anda tersebut ke 6600? 

Pemain saham biasanya membuat keputusan tergantung pada harga berapa ia membeli saham tersebut. Kalau anda membeli BBRI di harga Rp 6000, tidaklah terlalu menyakitkan untuk langsung menjual di  6600. Tapi kalau anda membeli BBRI di harga Rp 7100 kemarin sore, sangat mungkin anda tidak rela menjual di harga 6600 ini.

Seharusnya harga jual saham anda tidak tergantung pada harga beli tapi hanya tergantung harga cut-loss atau stop-loss yang sudah anda tentukan. Jadi kalau harga saham anda sudah turun ke bawah titik cut-loss tersebut, anda harus rela menjual saham tersebut. Yang boleh anda lakukan hanyalah berusaha menjual di harga terbaik.

Kalau anda seorang pemula, tidak ada salahnya anda langsung menjual di harga bid saat itu (6600). Tapi kalau anda siap mengambil resiko, anda bisa coba meng-"offer" saham BBRI tersebut beberapa poin di harga pembukaan tersebut. Karena BBRI dibuka di 6600, cobalah anda pasang "offer" di harga 6700 atau 6750.

Mengapa ini layak dicoba?

Ingin tahu jawabannya? Lanjut baca ke pos "Dow Jones Turun 513 Points Semalam. Tindakan Apa Yang Bisa Anda Lakukan? (Bagian II)."






[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Tahap Pergerakan Harga Saham

Stan Weinstein di buku Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets menyatakan bahwa ada 4 tahapan pergerakan harga saham: Tahap 1: The Basing Area (Area Dasar) Tahap 2: Advancing Phase (Fase Naik) Tahap 3: The Top Area (Area Puncak) Tahap 4: The Declining Phase (Fase Turun) Silahkan lihat Figure 1. Figure 1. Grafik Tahapan Pergerakan Harga Saham Menurut Stan Weinstein Menurut Stan Weinstein, waktu paling ideal bagi investor jangka panjang untuk membeli saham adalah ketika saham naik (breakout)  dari Basing Area (Tahap 1) ke Advancing Phase (Tahap 2). Perhatikan bahwa Stan Weinstein tidak menyarankan investor jangka panjang untuk membeli saham ketika saham bergerak datar (Tahap 1 dan Tahap 3) dan juga tidak menyarankan—bahkan melarang—investor jangka panjang membeli saham ketika saham bergerak turun (Tahap 4). Yang disarankan Stan Weinstein adalah membeli saham ketika saham NAIK (dari Basing Area ke Advancing Phase). Kalau anda investor jangka panjang, coba anda analisa diri sen...

Contoh Warkat/Sertfikat Saham Semen Gresik (SMGR)

{Terima kasih YP untuk scan warkat saham SMGR ini.} Berikut ini adalah contoh warkat/sertifikat saham PT Semen Gresik: Figure 1. Contoh Warkat/Sertifikat Saham PT Semen Gresik Pos-pos yang berhubungan: Arti Istilah "Scriptless Trading" di Bursa Efek Indonesia Contoh Warkat/Sertifikat Saham Rig Tenders (RIGS) Contoh Warkat/Sertifikat Saham Semen Cibinong (SMCB) Contoh Warkat/Sertifikat Saham Trias Sentosa (TRST)  [Pos ini © 2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Mekanisme Transaksi Pre-Opening Bursa Efek Indonesia

Pernahkah anda memperhatikan bahwa pada jam 08:55 — sebelum perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia dibuka di jam 09.00 WIB — ada beberapa saham yang sudah ada transaksi terlaksana (Trade Done)-nya. Figure 1. Trade Done Pre-Opening ADRO 19 Juni 2014 (Sumber: HOTS KDB Daewoo Securities) Transaksi sebelum jam 09:00 ini adalah transaksi yang terlaksana di sesi Pre-Opening (Pra-Pembukaan). Di pos ini saya akan membahas mekanisme transaksi sesi Pre-Opening ini: saham apa saja yang diperdagangkan, jadwal Pre-Opening, mekanisme pembentukan harga, dan mengapa bertransaksi di Pre-Opening. Saham Yang Ditransaksikan di Pre-Opening Saat ini saham yang ditransaksikan di sesi Pre-Opening adalah saham yang masuk indeks LQ45. Kenapa cuma saham LQ45? Ini adalah ketentuan dari otoritas Bursa Efek Indonesia. Jadwal Sesi Pre-Opening   Menurut Bursa Efek Indonesia, jadwal sesi Pre-Opening adalah jam 08:45 - 08:55. Artinya, anda bisa memasukkan order beli atau order jual dari jam 08:45 sampai dengan...