Langsung ke konten utama

Pengaruh Gejolak Dow Jones Pada IHSG Bursa Indonesia

Sebelum membaca pos ini sebaiknya anda membaca dulu pos “Makna‘Dow Jones’ Bagi Pemain Saham Indonesia.”

Tanggal 4 Agustus 2011 (waktu New York) indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup anjlok 512.76 points atau 4.31%. Hari-hari berikutnya DJIA terus bergejolak. DJIA naik-turun lebih dari 400 points setiap hari dari tanggal 8 sampai dengan 11 Agustus dan mengukir rekor baru sebagai empat hari paling bergejolak dalam sejarah DJIA. 

Gejolak DJIA terjadi karena banyak hal: debt ceiling (pagu hutang) Amerika Serikat, downgrade S&P terhadap hutang Amerika, debt crisis (krisis hutang) Eropa. Tapi pada pos ini saya tidak membahas sebab-sebab anjloknya DJIA melainkan membahas bagaiman pengaruh naik-turun DJIA terhadap Strait Times Index (STI) Singapura dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk mempermudah perbandingan, marilah kita lihat tabel-tabel di bawah ini.

Date
Open
High
Low
Close
Change
% Change
4-Aug-11
11893.79
11893.79
11365.74
11383.68
-512.76
-4.31%
5-Aug-11
11384.29
11634.04
11126.32
11444.61
60.93
0.54%
8-Aug-11
11433.93
11433.93
10779.05
10809.85
-634.76
-5.55%
9-Aug-11
10810.91
11251.08
10588.55
11239.77
429.92
3.98%
10-Aug-11
11227.92
11227.92
10662.04
10719.94
-519.83
-4.62%
11-Aug-11
10729.85
11286.39
10729.85
11143.31
423.37
3.95%
Tabel 1. Dow Jones Industrial Average


Date
Open
High
Low
Close
Change
% Change
5-Aug-11
3107.01
3107.01
2973.92
2994.78
-112.23
-3.61%
8-Aug-11
2994.78
2994.78
2847
2884
-110.78
-3.70%
9-Aug-11
2884
2884
2884
2884
0
0.00%
10-Aug-11
2884
2913.13
2821.09
2821.09
-62.91
-2.18%
11-Aug-11
2821.09
2824.39
2720.21
2796.22
-24.87
-0.88%
12-Aug-11
2796.22
2850.59
2796.22
2850.59
54.37
1.94%
Tabel 2. Strait Times Index Singapura 


Date
Open
High
Low
Close
Change
% Change
5-Aug-11
4119.88
4119.88
3866.71
3921.64
-200.45
-4.86%
8-Aug-11
3920.82
3920.82
3714.92
3850.27
-71.37
-1.82%
9-Aug-11
3846.23
3873.54
3590.94
3735.12
-115.15
-2.99%
10-Aug-11
3736.04
3883.55
3736.04
3863.58
128.46
3.44%
11-Aug-11
3863.39
3871.28
3803.25
3869.36
5.78
0.15%
12-Aug-11
3868.63
3926.55
3864.42
3890.53
21.17
0.55
Tabel 3. Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia


Perlu anda ketahui bahwa waktu New York lebih lambat 11 jam dari Waktu Indonesia Barat (WIB). Jadi ketika bursa New York tutup pada tanggal 4 Agustus jam 16:00 waktu setempat, jam di Jakarta menunjukkan pukul 03:00 WIB tanggal 5 Agustus. Sedangkan Bursa Singapura buka pada jam 08:00 WIB pada hari yang sama dengan Indonesia.

Karena perbedaan waktu tersebut di atas, yang akan kita bandingkan adalah pengaruh DJIA Kamis, 4 Agustus pada STI dan IHSG Jumat, 5 Agustus; DJIA Jumat, 5 Agustus pada STI dan IHSG Senin, 8 Agustus, dan seterusnya. 

Mari kita mulai.

Hari Pertama

Tanggal 4 Agustus DJIA -4.31%; 5 Agustus STI -3.61% dan IHSG -4.86%. IHSG lebih turun 0.55% daripada DJIA menandakan IHSG lebih bearish. Tapi volatilitas IHSG biasanya lebih tinggi dari volatilitas DJIA, jadi perbedaan 0.55% ini adalah hal yang tidak significant. 

Perhatikan bahwa IHSG anjlok lebih dalam (4.86%) dibanding STI (3.61%). Ini adalah hal yang lumrah karena volatilitas IHSG memang biasanya juga lebih tinggi dari STI.


Hari Kedua 

Tanggal 5 Agustus DJIA +0.54%; 8 Agustus STI -3.70% dan IHSG -1.82%. Kenapa DJIA naik sedikit sedangkan STI dan IHSG anjlok banyak?

Bursa-bursa Asia anjlok karena perusahaan pemeringkat Standard and Poor (S&P) meng-“downgrade” hutang Amerika Serikat pada Minggu malam. Bursa New York pada hari Jumat adem-ayem karena pengumuman "downgrade" dilakukan S&P pada hari Minggu. Tapi bursa-bursa Asia sudah mengantisipasi pengaruh downgrade terhadap bursa New York yang baru akan buka pada Senin jam 20:30 WIB. Jadi pada hari Senin pagi, STI dan IHSG mendahului DJIA  duluan anjlok. 

Perhatikan bahwa STI -3.70%, jauh lebih banyak dari IHSG yang -1.82%. Dan kalau kita menjumlahkan penurunan tanggal 5 dan 8 Agustus, akumulasinya adalah sebagai berikut:

STI     = (-3.61%) + (-3.70%) = -7.31%
IHSG = (-4.86%) + (-1.82%) = -6.68%

Dari akumulasi ini anda melihat bahwa dalam dua hari STI turun lebih banyak dari IHSG (STI lebih bearish dari IHSG). 


Hari Ketiga

Tanggal 8 Agustus DJIA -5.55% karena efek downgrade S&P; 9 Agustus STI tutup libur nasional dan IHSG -2.99%.


Hari Keempat

Tanggal 9 Agustus DJIA +3.98%; 10 Agustus STI -2.18% melanjutkan turun karena hari sebelumnya tutup dan IHSG yang sudah turun hari sebelumnya, hari ini +3.44%. 

Anda bisa melihat bahwa bursa yang buka setelah libur hari sebelumnya biasanya mengikuti tren pasar hari sebelumnya. 


Hari Kelima

Tanggal 10 Agustus DJIA -4.62%; 11 Agustus STI -0.88% dan IHSG +0.15%. IHSG naik sedikit dibandingkan STI yang turun 0.88% dan DJIA yang masih parah, turun 4.62%. Di sini jelas terlihat bahwa IHSG lebih bullish dari STI dan jauh lebih bullish dari DJIA.


Hari Keenam

Tanggal 11 Agustus DJIA +3.95%; 12 Agustus STI +1.94% dan IHSG +0.55%. IHSG tidak naik banyak mengikuti DJIA dan STI karena IHSG tidak turun pada hari sebelumnya seperti bursa-bursa lain. 

Akumulasi perubahan dalam enam hari trading di atas:

DJIA = (-4.31%) + (0.54%) + (-5.55%) + (3.98%) + (-4.62%) + (3.95%) = -6.02%
STI    = (-3.61%) + (-3.70%) + (0%) + (-2.18%) + (-0.88%) + (1.94%) = -8.43%
IHSG  = (-4.86%) + (-1.82%) + (-2.99%) + (3.44%) + (0.15%) + (0.55%) = -5.54% 

Dari akumulasi naik-turun enam hari trading, anda bisa melihat bahwa IHSG turun paling sedikit dibanding DJIA dan STI. Jadi bisa disimpulkan bahwa IHSG relatif lebih bullish dari DJIA dan STI.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    4 Tahap Pergerakan Harga Saham

    Stan Weinstein di buku Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets menyatakan bahwa ada 4 tahapan pergerakan harga saham: Tahap 1: The Basing Area (Area Dasar) Tahap 2: Advancing Phase (Fase Naik) Tahap 3: The Top Area (Area Puncak) Tahap 4: The Declining Phase (Fase Turun) Silahkan lihat Figure 1. Figure 1. Grafik Tahapan Pergerakan Harga Saham Menurut Stan Weinstein Menurut Stan Weinstein, waktu paling ideal bagi investor jangka panjang untuk membeli saham adalah ketika saham naik (breakout)  dari Basing Area (Tahap 1) ke Advancing Phase (Tahap 2). Perhatikan bahwa Stan Weinstein tidak menyarankan investor jangka panjang untuk membeli saham ketika saham bergerak datar (Tahap 1 dan Tahap 3) dan juga tidak menyarankan—bahkan melarang—investor jangka panjang membeli saham ketika saham bergerak turun (Tahap 4). Yang disarankan Stan Weinstein adalah membeli saham ketika saham NAIK (dari Basing Area ke Advancing Phase). Kalau anda investor jangka panjang, coba anda analisa diri sen...

    Contoh Warkat/Sertfikat Saham Semen Gresik (SMGR)

    {Terima kasih YP untuk scan warkat saham SMGR ini.} Berikut ini adalah contoh warkat/sertifikat saham PT Semen Gresik: Figure 1. Contoh Warkat/Sertifikat Saham PT Semen Gresik Pos-pos yang berhubungan: Arti Istilah "Scriptless Trading" di Bursa Efek Indonesia Contoh Warkat/Sertifikat Saham Rig Tenders (RIGS) Contoh Warkat/Sertifikat Saham Semen Cibinong (SMCB) Contoh Warkat/Sertifikat Saham Trias Sentosa (TRST)  [Pos ini © 2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

    Mekanisme Transaksi Pre-Opening Bursa Efek Indonesia

    Pernahkah anda memperhatikan bahwa pada jam 08:55 — sebelum perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia dibuka di jam 09.00 WIB — ada beberapa saham yang sudah ada transaksi terlaksana (Trade Done)-nya. Figure 1. Trade Done Pre-Opening ADRO 19 Juni 2014 (Sumber: HOTS KDB Daewoo Securities) Transaksi sebelum jam 09:00 ini adalah transaksi yang terlaksana di sesi Pre-Opening (Pra-Pembukaan). Di pos ini saya akan membahas mekanisme transaksi sesi Pre-Opening ini: saham apa saja yang diperdagangkan, jadwal Pre-Opening, mekanisme pembentukan harga, dan mengapa bertransaksi di Pre-Opening. Saham Yang Ditransaksikan di Pre-Opening Saat ini saham yang ditransaksikan di sesi Pre-Opening adalah saham yang masuk indeks LQ45. Kenapa cuma saham LQ45? Ini adalah ketentuan dari otoritas Bursa Efek Indonesia. Jadwal Sesi Pre-Opening   Menurut Bursa Efek Indonesia, jadwal sesi Pre-Opening adalah jam 08:45 - 08:55. Artinya, anda bisa memasukkan order beli atau order jual dari jam 08:45 sampai dengan...