Langsung ke konten utama

Cara Membeli Saham Untuk Pemula (Bagian II)


Anda sudah tahu mau beli saham “Apa.” Anda juga bisa menjawab “Mengapa” anda membeli saham tersebut. Kini saatnya anda melakukan aksi beli dan menentukan jumlah dan harga beli.


II. Jumlah Berapa dan Harga Berapa

Jumlah/nilai saham yang anda beli tergantung pada modal anda. Untuk pemula saya anjurkan memegang maksimum 5 saham. Mengacu pada anjuran ini, cara paling sederhana menentukan jumlah/nilai saham yang harus anda beli adalah dengan membagi 5 modal anda. 

Jadi kalau anda punya modal Rp 10 juta, nilai saham GIAA (Garuda Indonesia) yang boleh anda beli adalah Rp 2 juta (Rp 10 juta dibagi 5). Tolong dicatat bahwa nilai Rp 2 juta ini adalah kurang lebih, tidak harus tepat-pas-tidak-lebih-tidak-kurang Rp 2 juta. 

(Kalau anda ingin tahu cara lebih ruwet untuk menentukan jumlah/nilai saham yang harus dibeli, silahkan baca pos “Cara Cut-Loss Untuk Stop Kerugian Saham Bagian II.”)

Nah, setelah anda berminat membeli saham senilai Rp 2 juta, langkah berikut adalah menentukan di Harga Berapa anda akan membeli saham itu. 

“Gampang dong,” tukas anda. “Harga GIAA kemarin kan ditutup di 510. Jadi saya akan beli di harga 500. Masa sih gak turun 10 perak lagi?” anda berandai-andai.

Sah-sah saja. Tapi perlu anda ketahui bahwa harga saham berfluktuasi—naik turunmembuat proses membeli saham tidak sesederhana yang anda pikirkan. Artinya, hanya karena anda mau membeli GIAA di 500 tidak berarti anda akan mendapatkannya di harga tersebut. 

Mengapa?

Ada beberapa alasan. Alasan pertama adalah belum tentu GIAA akan turun ke 500. Hanya karena kemarin GIAA turun sampai 510, tidak ada jaminan bahwa hari ini GIAA akan turun ke 500. Alasan kedua, kalaupun anda sudah  “bid” GIAA di 500 dari pagi dan GIAA benar turun ke harga ini, tidak ada jaminan juga bahwa anda akan kebagian saham ini karena bisa saja antrian “bid” anda di belakang. (Anda baru pasti mendapatkan GIAA di 500 kalau harga terendah GIAA pada hari itu di bawah 500.)

(Untuk jelasnya mengenai “bid” dan “offer”, silahkan baca pos “Istilah ‘Bid’ dan ‘Offer’ Ketika Bermain Saham.”)

Kalau anda tidak mau pusing dengan harga beli dan sangat bernafsu untuk secepat mungkin mendapatkan saham yang anda incar, cara paling mudah adalah dengan langsung membeli di harga “Offer” pada saat itu. Jadi kalau GIAA “bid” di 500 dan “offer” di 510, anda bisa langsung mendapatkan GIAA kalau anda membeli di 510. Memang, kalau anda yakin sekali dengan analisa anda dan menurut anda GIAA murah di harga 500, membeli di 510 tidak salah untuk dicoba. 

Perlu anda sadari tindakan membeli langsung di harga “offer” biasanya membawa dilema. Kalau anda sudah pernah meng-hit beli saham di harga “offer,” sangat sering anda merasa bahwa setelah anda beli, saham langsung turun.

Apakah ini berarti anda harus selalu sabar menunggu beli di harga “bid”? 

Tidak juga. Karena ketika anda sabar menunggu beli di harga “bid,” sangat sering saham tersebut tidak turun mencapai harga dan antrian bid anda. Kerap terjadi, saham bukannya turun ke harga “bid” malahan langsung naik. Nah lho.

Jadi harus bagaimana? 




[Pos ini ©2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Tahap Pergerakan Harga Saham

Stan Weinstein di buku Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets menyatakan bahwa ada 4 tahapan pergerakan harga saham: Tahap 1: The Basing Area (Area Dasar) Tahap 2: Advancing Phase (Fase Naik) Tahap 3: The Top Area (Area Puncak) Tahap 4: The Declining Phase (Fase Turun) Silahkan lihat Figure 1. Figure 1. Grafik Tahapan Pergerakan Harga Saham Menurut Stan Weinstein Menurut Stan Weinstein, waktu paling ideal bagi investor jangka panjang untuk membeli saham adalah ketika saham naik (breakout)  dari Basing Area (Tahap 1) ke Advancing Phase (Tahap 2). Perhatikan bahwa Stan Weinstein tidak menyarankan investor jangka panjang untuk membeli saham ketika saham bergerak datar (Tahap 1 dan Tahap 3) dan juga tidak menyarankan—bahkan melarang—investor jangka panjang membeli saham ketika saham bergerak turun (Tahap 4). Yang disarankan Stan Weinstein adalah membeli saham ketika saham NAIK (dari Basing Area ke Advancing Phase). Kalau anda investor jangka panjang, coba anda analisa diri sen...

Contoh Warkat/Sertfikat Saham Semen Gresik (SMGR)

{Terima kasih YP untuk scan warkat saham SMGR ini.} Berikut ini adalah contoh warkat/sertifikat saham PT Semen Gresik: Figure 1. Contoh Warkat/Sertifikat Saham PT Semen Gresik Pos-pos yang berhubungan: Arti Istilah "Scriptless Trading" di Bursa Efek Indonesia Contoh Warkat/Sertifikat Saham Rig Tenders (RIGS) Contoh Warkat/Sertifikat Saham Semen Cibinong (SMCB) Contoh Warkat/Sertifikat Saham Trias Sentosa (TRST)  [Pos ini © 2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Mekanisme Transaksi Pre-Opening Bursa Efek Indonesia

Pernahkah anda memperhatikan bahwa pada jam 08:55 — sebelum perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia dibuka di jam 09.00 WIB — ada beberapa saham yang sudah ada transaksi terlaksana (Trade Done)-nya. Figure 1. Trade Done Pre-Opening ADRO 19 Juni 2014 (Sumber: HOTS KDB Daewoo Securities) Transaksi sebelum jam 09:00 ini adalah transaksi yang terlaksana di sesi Pre-Opening (Pra-Pembukaan). Di pos ini saya akan membahas mekanisme transaksi sesi Pre-Opening ini: saham apa saja yang diperdagangkan, jadwal Pre-Opening, mekanisme pembentukan harga, dan mengapa bertransaksi di Pre-Opening. Saham Yang Ditransaksikan di Pre-Opening Saat ini saham yang ditransaksikan di sesi Pre-Opening adalah saham yang masuk indeks LQ45. Kenapa cuma saham LQ45? Ini adalah ketentuan dari otoritas Bursa Efek Indonesia. Jadwal Sesi Pre-Opening   Menurut Bursa Efek Indonesia, jadwal sesi Pre-Opening adalah jam 08:45 - 08:55. Artinya, anda bisa memasukkan order beli atau order jual dari jam 08:45 sampai dengan...