Langsung ke konten utama

Beli Saham. Jual Untung/Cut-Loss. Ulangi.

Film favorit saya di tahun 2014 adalah Edge of Tomorrow.

Figure 1. Edge of Tomorrow Movie Poster

Di film tersebut Tom Cruise berperan sebagai William Cage, humas U.S. Army berpangkat mayor yang terpaksa harus ikut dalam invasi besar-besaran melawan mimic padahal ia tidak terlatih untuk maju ke medan tempur.

Bahkan pada saat Tom Cruise diterjunkan di medan tempur, ia masih belum tahu cara menembakkan peluru dari "jacket" yang ia kenakan.

Apa yang terjadi?

William Cage berhasil membunuh satu mimic karena faktor kebetulan. Tapi beberapa detik setelah itu, ia tewas dibantai musuh.

Saat itulah kisah William Cage baru dimulai.

Lho? kata anda. Sudah mati kok baru ceritanya dimulai?

Nah, itulah keunikan cerita film ini.

Karena suatu sebab (silahkan anda menonton film tersebut untuk mencari tahu), setiap kali Cage mati, ia seakan-akan bangkit dari mimpi buruk dan harus mengulangi kejadian yang sama. Sampai ia mati lagi.

Hidup. Mati. Ulangi.

Live. Die. Repeat.

Terperangkap dalam siklus ini, Tom Cruise/William Cage memutuskan untuk menganalisa dan belajar dari apa yang ia alami. Dengan melakukan ini ia berharap bisa bertahan hidup lebih lama di siklus berikutnya.

Setelah mati berkali-kali, Cage semakin jago membantai mimic. Apalagi setelah ia dilatih Rita Vrataskidiperankan Emily Bluntsersan yang melegenda sebagai Angel of Verdun karena konon ia membunuh ratusan mimic di medan tempur Verdun.

Sampai di sini mungkin anda bertanya-tanya: apa sih hubungan film Edge of Tomorrow tersebut dengan main saham?

Mari kita cari analoginya.

Film tersebut menceritakan tentang seorang tentara tanpa pengalaman perang yang akhirnya menjadi jagoan tempur karena ia berkali-kali mengulang pertempuran yang sama. Si tentara bisa mengulang pertempuran karena setiap kali ia melakukan kesalahan dan tewas terbunuh, ia kembali ke hari sebelum ia tewas dan "bangkit" dari mati untuk bertempur lagi.

Kalau saya analogikan hal tersebut dengan main saham: pemula main saham yang sama sekali tidak tahu tentang saham bisa menjadi jago main saham kalau ia berkesempatan "bertempur" sesering mungkin di bursa saham, kalau ia punya ratusan "nyawa" sehingga—walaupun berkali-kali "tewas"bisa bangkit dari "mati" untuk "bertempur" lagi.

Pertanyaannya: Apakah mungkin pemula main saham bisa punya banyak "nyawa" untuk bertempur di medan laga saham?

Tentu.

Tapi berbeda dengan William Cage, si pemula sendirilah yang berkewajiban mengatur persediaan "nyawa"nya di perang saham.

Lho, kok gitu?

Iya gitu, karena "nyawa" ketika bertempur di medan laga saham adalah modal.

Artinya, selama modal masih ada, "nyawa" si pemain saham belum habis.

Mengapa?

Karena, selama modal masih ada, si pemula main saham bisa bangkit dari "mati" (posisi rugi) untuk bertempur lagi. Dan dengan terus mengulang bertempur, si pemula lambat-laun akan menjadi mahir.

"Tapi bung Iyan," tanya anda,"bagaimana caranya pemula main saham mengatur persediaan "nyawa" agar tidak habis-habis?

Ada 2 cara.

Cara pertama?

Cut-loss.

(Silahkan baca juga pos "Mau Main Saham? Ingat Tiga Hal Maha Penting Ini.")

Memang sih, dengan melakukan cut-loss sedini mungkindengan menjual saham ketika kerugian masih kecilmodal anda berkurang.  Tapi berkurangnya hanya sedikit. Dengan modal yang berkurang sedikit ini, anda tetap bisa berlaga di medan perang saham dan memetik pengalaman lebih banyak.

Cara kedua?

TIDAK mencemplungkan SEKALIGUS semua dana investasi saham ketika anda baru belajar.

(Silahkan baca juga pos "Berapa Sebaiknya Modal Awal Main Saham?")

Artinya, pada tahun pertama belajar main saham, jangan mencemplungkan semua dana yang ada. (Lebih jangan lagi kalau anda bermain saham dengan uang pinjaman berbunga tinggi.) Alokasikan dana untuk tahun kedua, ketiga, keempat, kelima belajar main saham, yang hanya boleh anda cemplungkan ketika waktunya tiba.

Dengan sistem injeksi modal bertahap, setidak-tidaknya modal anda akan bertahan selama 5 tahun. Harapannya, dalam waktu 5 tahun tersebut anda sudah banyak pengalaman berperang saham dan bisa mulai mendapatkan untung.

Live. Die. Repeat.

Beli Saham. Jual (untung ataupun rugi). Ulangi.

"Tapi bung Iyan," saya mendengar beberapa dari anda protes,"saya tidak mau menunggu 5 tahun. Saya mau CEPAT KAYA dari saham."

Nah ini dia.

Cepat kaya dari main saham hanyalah mitos yang digembuskan penjual seminar saham (atau forex atau commodities atau options) untuk menjeremuskan orang-orang yang tidak tahu apa-apa tentang saham. Kalau anda ikut seminar-seminar seperti ini, yang terjadi adalah anda MEMBAYAR MAHAL UNTUK bermimpi menjadi cepat kaya, tapi yang terjadi adalah anda RUGI BESAR.

Mengapa?

Karena dengan mereka menjanjisurgakan "cepat kaya," anda beranggapan bahwa mendapat untung dari main saham adalah hal yang sangat mudah. Karena mengira mudah, anda tidak berhati-hati. Karena tidak berhati-hati, anda langsung mencemplungkan semua modal anda dan tidak mau cut-loss. Karena tidak cut-loss dan tidak mengalokasikan dana untuk jangka panjang, "nyawa" anda (sebanyak apapun) akan habis dalam sekejab.

(Silahkan baca juga pos "Main Saham Cepat Kaya?"

---##$##---

William Cage berhasil menjadi prajurit tangguh karena secara kebetulan ia bernyawa banyak. Berbeda dengan dia, anda bisa menjadi pemain saham tangguh TANPA faktor kebetulan. Tapi anda harus DISIPLIN cut-loss dan DISIPLIN mengalokasikan dana agar "nyawa" anda bisa bertahan selama mungkin.

Dengan melakukan kedua hal tersebut, saya yakin anda akan menang berlaga di perang saham.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2015 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]  

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    4 Tahap Pergerakan Harga Saham

    Stan Weinstein di buku Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets menyatakan bahwa ada 4 tahapan pergerakan harga saham: Tahap 1: The Basing Area (Area Dasar) Tahap 2: Advancing Phase (Fase Naik) Tahap 3: The Top Area (Area Puncak) Tahap 4: The Declining Phase (Fase Turun) Silahkan lihat Figure 1. Figure 1. Grafik Tahapan Pergerakan Harga Saham Menurut Stan Weinstein Menurut Stan Weinstein, waktu paling ideal bagi investor jangka panjang untuk membeli saham adalah ketika saham naik (breakout)  dari Basing Area (Tahap 1) ke Advancing Phase (Tahap 2). Perhatikan bahwa Stan Weinstein tidak menyarankan investor jangka panjang untuk membeli saham ketika saham bergerak datar (Tahap 1 dan Tahap 3) dan juga tidak menyarankan—bahkan melarang—investor jangka panjang membeli saham ketika saham bergerak turun (Tahap 4). Yang disarankan Stan Weinstein adalah membeli saham ketika saham NAIK (dari Basing Area ke Advancing Phase). Kalau anda investor jangka panjang, coba anda analisa diri sen...

    Contoh Warkat/Sertfikat Saham Semen Gresik (SMGR)

    {Terima kasih YP untuk scan warkat saham SMGR ini.} Berikut ini adalah contoh warkat/sertifikat saham PT Semen Gresik: Figure 1. Contoh Warkat/Sertifikat Saham PT Semen Gresik Pos-pos yang berhubungan: Arti Istilah "Scriptless Trading" di Bursa Efek Indonesia Contoh Warkat/Sertifikat Saham Rig Tenders (RIGS) Contoh Warkat/Sertifikat Saham Semen Cibinong (SMCB) Contoh Warkat/Sertifikat Saham Trias Sentosa (TRST)  [Pos ini © 2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

    Mekanisme Transaksi Pre-Opening Bursa Efek Indonesia

    Pernahkah anda memperhatikan bahwa pada jam 08:55 — sebelum perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia dibuka di jam 09.00 WIB — ada beberapa saham yang sudah ada transaksi terlaksana (Trade Done)-nya. Figure 1. Trade Done Pre-Opening ADRO 19 Juni 2014 (Sumber: HOTS KDB Daewoo Securities) Transaksi sebelum jam 09:00 ini adalah transaksi yang terlaksana di sesi Pre-Opening (Pra-Pembukaan). Di pos ini saya akan membahas mekanisme transaksi sesi Pre-Opening ini: saham apa saja yang diperdagangkan, jadwal Pre-Opening, mekanisme pembentukan harga, dan mengapa bertransaksi di Pre-Opening. Saham Yang Ditransaksikan di Pre-Opening Saat ini saham yang ditransaksikan di sesi Pre-Opening adalah saham yang masuk indeks LQ45. Kenapa cuma saham LQ45? Ini adalah ketentuan dari otoritas Bursa Efek Indonesia. Jadwal Sesi Pre-Opening   Menurut Bursa Efek Indonesia, jadwal sesi Pre-Opening adalah jam 08:45 - 08:55. Artinya, anda bisa memasukkan order beli atau order jual dari jam 08:45 sampai dengan...