Langsung ke konten utama

Cara Menampilkan Indikator Average True Range (ATR) di HOTS Daewoo Securities




Video "Cara Menampilkan Indikator Average True Range" di atas adalah usaha pertama saya dalam membuat video tentang belajar saham.

Kok baru sekarang bung Iyan mencoba membuat video belajar main saham? tanya anda.

Ada 2 alasan:

1. Mayoritas materi belajar saham, menurut saya, lebih cocok dijelaskan melalui media tulisan (daripada video).

Mengapa?

Karena materi belajar saham relatif cukup kompleks dan ruwet sehingga perlu dijelaskan secara mendetil.

Nah, menjelaskan materi yang rumit dan detil lebih cocok dilakukan dengan media tulisan (plus tabel dan grafik) dibanding video.

Lagipula, melalui media tulisan si pembelajar bisa membaca berulang-ulang tulisan untuk memahami secara utuh materi yang dipelajari. Nah, mengulang membaca (biasanya) tidak memakan waktu sebanyak membaca pertama kali. Tapi mengulang menonton video tetap memakan waktu yang sama lamanya.

Dan yang tidak kalah penting: pada media tulisan kita bisa mencari (scanning) dengan cepat informasi yang kita inginkan. Pada media video, mencari informasi tertentu lebih sulit, apalagi kalau videonya panjang.


2. Membuat video tampilan layar monitor ("screen capture" seperti di atas) tidak mudah dan memakan banyak waktu. Video "Cara Menampilkan Indikator Average True Range" berdurasi  kurang dari 2 menit, tapi saya menghabiskan waktu lebih dari 2.000 (benar, anda tidak salah baca) menit untuk membuat video tersebut.

Kok lama banget? mungkin ada yang bertanya.

Lama, karena saya harus mempelajari software khusus untuk "screen capture." Lalu saya harus meng-edit (terutama menge-zoom) video agar penonton bisa melihat dengan jelas langkah-langkah yang dilakukan di monitor komputer.

(Kalau anda sering menonton video YouTube "screen capture" monitor komputer, saya yakin sering kali anda tidak dapat melihat jelas "screen capture" karena tampilan tidak di-zoom dan/atau gambarnya buram karena kualitas video rendah.)

Belum lagi saya harus berulang-ulang merekam narasi untuk mencocokkan tampilan visual dengan audio. Sudah diulang puluhan kali pun, hasilnya masih kurang bagus. Tapi kalau diulang terus-menerus, bisa-bisa video di atas tidak selesai-selesai.

Jadi, kalau kualitas video pertama ini masih di bawah standar, mohon dimaklumi. Untuk usaha berikutnya, saya usahakan hasil videonya lebih baik dengan narasi yang juga lebih baik.

Kalau anda punya saran tentang bahan belajar main saham yang cocok ditampilkan dalam format video, silahkan tinggalkan komentar/saran.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2015 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Tahap Pergerakan Harga Saham

Stan Weinstein di buku Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets menyatakan bahwa ada 4 tahapan pergerakan harga saham: Tahap 1: The Basing Area (Area Dasar) Tahap 2: Advancing Phase (Fase Naik) Tahap 3: The Top Area (Area Puncak) Tahap 4: The Declining Phase (Fase Turun) Silahkan lihat Figure 1. Figure 1. Grafik Tahapan Pergerakan Harga Saham Menurut Stan Weinstein Menurut Stan Weinstein, waktu paling ideal bagi investor jangka panjang untuk membeli saham adalah ketika saham naik (breakout)  dari Basing Area (Tahap 1) ke Advancing Phase (Tahap 2). Perhatikan bahwa Stan Weinstein tidak menyarankan investor jangka panjang untuk membeli saham ketika saham bergerak datar (Tahap 1 dan Tahap 3) dan juga tidak menyarankan—bahkan melarang—investor jangka panjang membeli saham ketika saham bergerak turun (Tahap 4). Yang disarankan Stan Weinstein adalah membeli saham ketika saham NAIK (dari Basing Area ke Advancing Phase). Kalau anda investor jangka panjang, coba anda analisa diri sen...

Contoh Warkat/Sertfikat Saham Semen Gresik (SMGR)

{Terima kasih YP untuk scan warkat saham SMGR ini.} Berikut ini adalah contoh warkat/sertifikat saham PT Semen Gresik: Figure 1. Contoh Warkat/Sertifikat Saham PT Semen Gresik Pos-pos yang berhubungan: Arti Istilah "Scriptless Trading" di Bursa Efek Indonesia Contoh Warkat/Sertifikat Saham Rig Tenders (RIGS) Contoh Warkat/Sertifikat Saham Semen Cibinong (SMCB) Contoh Warkat/Sertifikat Saham Trias Sentosa (TRST)  [Pos ini © 2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Mekanisme Transaksi Pre-Opening Bursa Efek Indonesia

Pernahkah anda memperhatikan bahwa pada jam 08:55 — sebelum perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia dibuka di jam 09.00 WIB — ada beberapa saham yang sudah ada transaksi terlaksana (Trade Done)-nya. Figure 1. Trade Done Pre-Opening ADRO 19 Juni 2014 (Sumber: HOTS KDB Daewoo Securities) Transaksi sebelum jam 09:00 ini adalah transaksi yang terlaksana di sesi Pre-Opening (Pra-Pembukaan). Di pos ini saya akan membahas mekanisme transaksi sesi Pre-Opening ini: saham apa saja yang diperdagangkan, jadwal Pre-Opening, mekanisme pembentukan harga, dan mengapa bertransaksi di Pre-Opening. Saham Yang Ditransaksikan di Pre-Opening Saat ini saham yang ditransaksikan di sesi Pre-Opening adalah saham yang masuk indeks LQ45. Kenapa cuma saham LQ45? Ini adalah ketentuan dari otoritas Bursa Efek Indonesia. Jadwal Sesi Pre-Opening   Menurut Bursa Efek Indonesia, jadwal sesi Pre-Opening adalah jam 08:45 - 08:55. Artinya, anda bisa memasukkan order beli atau order jual dari jam 08:45 sampai dengan...